Tahukah anda ritual terbesar masyarakat nelayan Sumpang Minange, kecamatan Bacukiki, Parepare, Sulawesi Selatan? Mapanre lemba. Bagi masyarakat di sana, mapanre lemba berarti memberi makan kepada ikan. Ritual ini digelar setiap tahun secara turun temurun. Tidak ada yang memastikan kapan mapanre lemba mulai dilakukan, namun diperkirakan pesta besar ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.
Berbagai macam sesajian diarak ke lepas pantai seperti nasi kentang tiga warna, putih, hitam dan kuning. Ada juga pisang, telur, ayam, dan kepala mudah. Sesaji ini disimpan di dalam kotak yang terbuat dari bambu.
Perahu yang membawa pengarak sesajian menuju lepas pantai dipandu seorang tokoh adat Sumpang Minange. Sesajian selanjutnya tersebut dilarung di empat penjuru mata angin yakni, barat, timur, utara dan selatan. Warga pesisir Sumpang Minange mempercayai empat batu yang merupakan unsur penguasa yaitu Batu Tengae (batu yang terletak di tengah laut), Cappa Batue (batu yang letaknya di bagian utara), Alili Batoe (batu yang terletak di bagian selatan tepatnya di pantai Lumpe, salah satu tempat wisata di Parepare, serta batu karami kanyuara (batu yang terletak di bagian timur pantai Sumpang Minangae.
Masyarakat Sumpang Binange percaya, hasil tangkapan mereka akan melimpah bila ritual mapanre lemba dilestarikan. Ritual memberi makanan kepada ikan di laut serupa juga digelar di beberapa tempat di Sulawesi Selatan antara lain di Kassi, kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba dan sungai Appareng Takkalala, kecamatan Sinjai Timur, kabupaten Sinjai. Kendati namanya berbeda namun subtansi dan maksud ritual tersebut memiliki kemiripan; sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan masyarakat nelayan setempat.
Senin, 03 Agustus 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar