Beberapa hari terakhir ini, berita tentang perburuan teroris di tanah air menghiasi layar kaca televisi di rumah saya. Dan tentu di rumah anda juga. Mulai pagi, siang, malam, hingga pagi lagi, tayangan penyergapan teroris seolah-olah menjadi santapan favorit. Bukan lantaran saya tidak tertarik menonton berita lain, tetapi karena tidak ada pilihan lain -hampir semua tivi menayangkan berita seputar teroris.
Terlepas dari itu, salah satu yang menarik bagi saya adalah gambar ekslusif yang diklaim lebih dari satu tivi berita. Pertanyaannya, apakah yang dimaksud ekslusif dalam sudut pandang media televisi? Bila kemudian gambar yang ditayangkan adalah objeknya sama kendati dengan frame yang berbeda, apakah pantas dikatakan ekslusif?
Faktanya adalah proses penggerebekan rumah Mohzahri di Temanggung, Jawa Tengah, yang disebut-sebut sebagai tempat persembunyian komplotan teroris, bukan disorot satu kamera saja. Melainkan banyak kamera wartawan tivi yang merekam peristiwa itu. Masing-masing dengan posisi kamera yang berbeda tapi objeknya sama ; rumah Mohzahri dan sekitarnya.
Hemat saya, yang dimaksud ekslusif adalah sebuah peristiwa yang terekam oleh satu kamera saja, atau hanya ditayangkan satu stasiun televisi. Artinya yang lain tidak dapat gambar. Tetapi pada proses penggerebekan rumah Mohzahri diliput oleh banyak wartawan. Kendatipun masing-masing kamaeramen merekam dari sudut yang berbeda atau jarak pengambilan gambar yang berbeda.
Pertanyaannya, bila wartawan merekam kejadian dari jarak yang agak jauh sementara satu kamera lainnya merekam dari jarak yang lebih dekat tapi momentnya sama, gambar yang manakah yang disebut eklsusif ? Ataukah objeknya persis sama tapi waktu penayangan gambar tersebut yang berbeda, gambar yang menakah yang pantas disebut ekslusif?
Bila kecepatan menjadi barometer eklusifitas sebuah tayangan berita, maka yang menjadi alasan mendasar tidak eklusifnya sebuah gambar adalah keterbatasan teknologi yang digunakan atau dengan kata lain seberapa canggih alat pengiriman gambar secara live. Artinya faktor kelihaian seorang wartawan bukan faktor utama, karena meski sebuah peristiwa diliput oleh banyak wartawan, stasiun tivi bisa mengklaim gambarnya ekslusif bila ditayangkan lebih cepat.
Rabu, 12 Agustus 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar